Penelitian ini akan menganalisis transformasi pendekatan kebijakan energi Jerman di bawah kepemimpinan Angela Merkel dan Olaf Scholz dalam dinamika geopolitik erpa, khususnya terkait ketergantungan Jerman terhadap impor energi dari Rusia. Jerman, sebagai salah satu negara konsumen energi terbesar di Eropa, memiliki sejarah panjang kerja sama energi dengan Rusia. Hasil dari penelitian ini adalah Angela Merkel cenderung mempertahankan kebijakan yang pragmatis dan berhati-hati terhadap Rusia, dengan fokus pada stabilitas ekonomi domestik. Hal ini tercermin dari sikap Merkel yang tetap melanjutkan kerja sama energi meskipun ada ketegangan geopolitik, Merkel mengutamakan stabilitas ekonomi melalui hubungan energi dengan Rusia, sementara Scholz lebih fokus pada keamanan energi dengan mempercepat transisi dan diversifikasi energi. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami implikasi kebijakan energi Jerman terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi di Eropa pasca-invasi Rusia ke Ukraina.