Latar Belakang: Konsumsi protein merupakan indikator utama kualitas gizi masyarakat, yang memengaruhi pertumbuhan tubuh, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan pengembangan sumber daya manusia. Di Indonesia, meskipun populasi ayam petelur dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah meningkat dari waktu ke waktu, konsumsi protein belum menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh populasi ayam petelur dan IPM terhadap konsumsi protein di Indonesia, guna memberikan wawasan bagi kebijakan gizi dan pangan yang efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Data deret waktu sekunder dari tahun 2005 hingga 2024 dikumpulkan dari sumber resmi, termasuk konsumsi protein, populasi ayam petelur, dan HDI. Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan validitas model, diikuti dengan analisis regresi untuk menguji efek parsial dan simultan dari variabel independen terhadap konsumsi protein. Pengujian hipotesis mencakup uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil: Temuan menunjukkan bahwa populasi ayam petelur memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap konsumsi protein, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik. Namun, ketika dianalisis secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara kolektif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi protein. Hasil ini menyoroti peran langsung ketersediaan protein dan peran pendukung pembangunan manusia dalam membentuk pola asupan makanan. Kesimpulan: Peningkatan populasi ayam petelur secara langsung meningkatkan konsumsi protein masyarakat, sementara peningkatan HDI berfungsi sebagai faktor pendukung jangka panjang yang memengaruhi perilaku konsumsi dan kesadaran gizi. Studi ini menekankan bahwa kebijakan pangan harus memprioritaskan sumber protein yang mudah diakses, seperti telur, bersamaan dengan strategi untuk memperkuat pembangunan manusia guna perbaikan gizi yang berkelanjutan.