Salah satu risiko kesehatan kerja yang paling kompleks bagi sektor industri kontemporer adalah paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat bagaimana toksikologi industri dapat dimasukkan ke dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mengevaluasi metode untuk mengendalikan bahaya kimia. Metode yang digunakan adalah meninjau literatur secara menyeluruh dan melakukan analisis kualitatif tentang komponen toksikokinetik dan toksikodinamik di tempat kerja. Kajian menunjukkan bahwa pemahaman tentang ambang batas paparan (NAB), cara bahan kimia masuk ke tubuh, dan cara zat kimia berinteraksi dengan organ target sangat penting untuk membuat hierarki pengendalian yang baik. Studi ini menekankan bahwa pendekatan toksikologi dapat membantu mengidentifikasi risiko dan melakukan surveilans kesehatan kerja proaktif untuk mencegah penyakit akibat kerja (PAK) secara dini.