Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran krusial faktor psikologis konsumen sebagai pendorong utama keputusan pembelian daring di kalangan mahasiswa. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka, penelitian ini mensintesis berbagai temuan ilmiah dari tahun 2023 hingga 2025 untuk mengurai dinamika internal konsumen Generasi Z. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku belanja mahasiswa telah mengalami pergeseran mendasar, dari sekadar memenuhi kebutuhan fungsional menuju pemenuhan hasrat emosional atau hedonik. Aktivitas belanja online kini sering dianggap sebagai bentuk penghargaan diri atau mekanisme koping untuk meredakan tekanan akademik. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa algoritma viralitas, seperti fitur FYP (For Your Page) di TikTok, menciptakan rangsangan psikologis instan yang memicu pembelian impulsif melalui kerangka kerja Stimulus-Organisme-Respon (S-O-R). Faktor sosial, khususnya bukti sosial dan fenomena Fear of Missing Out (FoMO), juga terbukti menjadi pendorong kuat bagi mahasiswa untuk tetap relevan secara sosial di lingkungan digital mereka. Meskipun persepsi risiko tetap menjadi pertimbangan, hambatan semacam itu sering diatasi oleh strategi promosi agresif yang memanfaatkan bias kognitif konsumen. Temuan ini memberikan implikasi signifikan bagi bisnis untuk merancang strategi pemasaran yang tidak hanya menonjolkan fitur produk, tetapi juga secara efektif melibatkan aspek afektif dan membangun resonansi emosional dengan konsumen muda.