Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterlambatan proses pemuatan batu bara pada MV. Asp Brave di Tanjung Kampeh Anchorage yang berpotensi menimbulkan kerugian operasional berupa meningkatnya waktu tunggu dan biaya demurrage. Kompleksitas kegiatan pemuatan di area anchorage dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis dan nonteknis, sehingga diperlukan analisis yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan, menganalisis dampaknya terhadap produktivitas pemuatan, serta merumuskan upaya untuk meminimalisir keterlambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi operasional di lapangan, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis produktivitas pemuatan dan tingkat keterlambatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, seperti kerusakan peralatan bongkar muat yang berkontribusi sebesar 27%, cuaca buruk sebesar 42%, serta keterlambatan kedatangan tongkang muatan sebesar 31%. Faktor-faktor tersebut menyebabkan downtime yang berdampak pada rendahnya produktivitas pemuatan. Upaya yang dapat dilakukan meliputi peningkatan perawatan peralatan, koordinasi operasional, serta kesiapan muatan dan tongkang sebelum kapal tiba.