Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji krisis integritas demokrasi di Indonesia melalui pendekatan etika politik dan Teologi Publik dengan menyoroti kesenjangan antara prosedur demokrasi yang tetap berjalan dan degradasi nilai etis dalam praktik kekuasaan, yang tampak dalam menguatnya oligarki, korupsi, dan pragmatisme politik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis dan hermeneutik-kritis, melalui kajian literatur dari bidang Ilmu Politik, Etika, dan teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis demokrasi di Indonesia tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga mencerminkan krisis moral yang serius dalam penyelenggaraan kekuasaan, di mana kekuasaan sering kali kehilangan orientasi pada kebaikan bersama. Dalam perspektif etika politik, kondisi ini menunjukkan melemahnya tanggung jawab moral dalam praktik kekuasaan, sementara pendekatan teologi publik menawarkan kerangka normatif yang menempatkan nilai-nilai religius sebagai dasar kritik sekaligus rekonstruksi terhadap politik kekuasaan. Integrasi antara etika politik dan teologi publik memungkinkan perumusan kembali integritas sebagai fondasi utama demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substantif. Oleh karena itu, diperlukan upaya rekonstruksi etika melalui penguatan kesadaran moral, optimalisasi peran agama di ruang publik secara kritis, serta komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel guna mewujudkan demokrasi Indonesia yang lebih berkeadilan dan berintegritas.