Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada pendidikan, kesehatan reproduksi, psikologis, dan masa depan anak. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (STRANAS PPA) sebagai upaya menekan angka perkawinan anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi STRANAS PPA melalui kegiatan pada SMA Swasta Muhammadiyah 2 Kota Medan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling, guru Biologi, serta siswa. Analisis penelitian menggunakan teori implementasi strategi menurut Wheelen dan Hunger yang meliputi penetapan program, penetapan anggaran, dan penetapan prosedur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan perkawinan anak melalui PIK-R, layanan bimbingan konseling, dan parenting meet. Namun, implementasi STRANAS PPA belum berjalan optimal karena keterbatasan anggaran, kurangnya sosialisasi kebijakan, serta belum adanya kurikulum khusus kesehatan reproduksi di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi STRANAS PPA pada SMA Swasta Muhammadiyah 2 Kota Medan telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan dukungan pemerintah dan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaannya lebih optimal.