Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan intensitas penggunaan Artificial Intelligence (AI) dengan kemandirian belajar mahasiswa melalui metode studi literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi pedoman PRISMA sederhana terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2023 hingga 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan AI berdampak ganda terhadap kemandirian belajar, yang sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital mahasiswa. Penggunaan AI secara intensif tanpa regulasi diri menurunkan pemikiran kritis dan memicu otomatisasi kognitif. Sebaliknya, bagi mahasiswa dengan kontrol diri yang baik, AI berfungsi sebagai alat bantu (scaffolding) yang mempercepat penguasaan konsep. Implikasi dari penelitian ini menuntut institusi pendidikan tinggi untuk merumuskan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan AI sebagai instrumen pendukung, sembari memperkuat integritas akademik dan regulasi diri mahasiswa.