Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program self-management dalam menurunkan perilaku impulsive buying pada mahasiswa rantau pengguna e-commerce. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah delapan mahasiswa rantau pengguna e-commerce aktif yang diperoleh melalui purposive sampling dua tahap dari 15 calon subjek, dengan kriteria inklusi utama berupa skor impulsive buying ≥40 pada tahap skrining. Program intervensi self-management terdiri dari tiga komponen utama yaitu self-monitoring, self-evaluation, dan self-reinforcement, yang diberikan dalam empat sesi terstruktur selama dua minggu. Impulsive buying diukur menggunakan Skala Impulsive Buying yang dikembangkan berdasarkan aspek afektif dan kognitif (Verplanken & Herabadi, 2001) dengan format Likert empat poin. Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (pretest: W = 0,934, p = 0,551; posttest: W = 0,912, p = 0,372), sehingga uji hipotesis dilakukan menggunakan paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest (M = 44,63, SD = 3,74) dan posttest (M = 33,50, SD = 7,56), t(7) = 11,43, p < 0,001, dengan penurunan rata-rata sebesar 11,13 poin. Besaran efek yang diperoleh tergolong sangat besar (d = 4,04). Enam dari delapan subjek menunjukkan penurunan skor yang substansial hingga di bawah ambang kategori tinggi, sementara dua subjek lainnya mengalami penurunan yang lebih terbatas yang dijelaskan melalui faktor ego depletion, persistensi perilaku impulsif, dan kepatuhan antarsesi yang lebih rendah. Temuan ini memberikan bukti eksperimental awal bahwa program self-management merupakan pendekatan yang relevan dan menjanjikan untuk mengatasi impulsive buying pada mahasiswa rantau, meskipun replikasi dengan desain yang lebih ketat diperlukan untuk memperkuat kesimpulan ini.