G
GlobalRiset
Portal Indeksasi Jurnal

Kajian Sastra Bandingan Puisi “Sajak Putih” Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono: Perspektif Semiotika Riffaterre

Bagtayan, Zilfa Achmad, Buhay, Reyis, Hadiu, Fitriya Ningsi, Buhay, Reyis
Abstrak

Penelitian ini mengkaji sistem tanda, matriks, dan hipogram dalam dua puisi berjudul “Sajak Putih” karya Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Damono menggunakan pendekatan semiotika Riffaterre. Tujuan penelitian adalah menganalisis persamaan dan perbedaan sensibilitas puitik kedua penyair dalam mengungkapkan tema cinta, waktu, dan kematian. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan teknik close reading. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar mendominasi penggunaan simbol dengan intensitas emosional yang eksplosif dan ikonik, sedangkan Sapardi Djoko Damono lebih mengandalkan indeks yang halus dan bergerak secara liris. Matriks kedua puisi bertumpu pada kerinduan akan kehadiran yang abadi, namun hipogram yang digunakan berbeda secara kontekstual: Chairil berpijak pada tradisi romantisisme Barat, sementara Sapardi menyerap estetika Zen dan kesederhanaan Jawa. Penelitian ini memperkaya pemahaman sastra bandingan Indonesia melalui pisau semiotika Riffaterre.

Penerbit
CV Ruang Publikasi Ilmiah
Kata kunci
Semiotika Riffaterre; Sastra Bandingan; Sajak Putih; Sistem Tanda; Hipogram
E-ISSN
3089-0128
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal