Berbagai manifestasi penindasan yang muncul dalam kehidupan masyarakat modern, mulai dari kesenjangan sosial dan ekonomi, peminggiran kelompok-kelompok rentan, diskriminasi berbasis budaya, hingga meningkatnya persoalan kesehatan mental, memperlihatkan bahwa ketidakadilan tidak semata-mata berakar pada sistem sosial, tetapi juga berhubungan erat dengan kondisi psikologis dan spiritual manusia. Meskipun demikian, penelitian yang berkembang selama ini masih berjalan secara parsial antara perspektif sosial, psikologi, dan teologi sehingga belum menghasilkan suatu kerangka terpadu yang mampu menjelaskan keterkaitan antara kesadaran tauhid, proses pemulihan kejiwaan, dan perubahan sosial. Kekosongan kajian tersebut tampak dari kuatnya dominasi studi teologi yang berfokus pada aspek normatif dan doktrinal, sedangkan penelitian di bidang konseling Islam lebih banyak diarahkan pada terapi individu serta belum secara optimal dihubungkan dengan proyek pembebasan sosial. Berangkat dari kondisi tersebut, artikel ini berupaya merekonstruksi teologi transformasional melalui pengembangan paradigma Konseling Tauhid Integratif-Holistik sebagai fondasi konseptual untuk membangun masyarakat yang terbebas dari berbagai bentuk penindasan. Secara konseptual, penelitian ini mengintegrasikan gagasan teologi pembebasan Islam, tasawuf sosial, psikologi transpersonal, dan teori transformasi sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan analisis konseptual, hermeneutika kritis, serta sintesis integratif terhadap beragam sumber literatur dalam bidang keislaman, filsafat, psikologi, dan teori sosial kontemporer. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tauhid tidak hanya memiliki fungsi sebagai ajaran teologis, melainkan juga sebagai kesadaran emansipatoris yang berperan dalam membangun ketahanan psikologis, mempererat solidaritas sosial, serta menggerakkan transformasi masyarakat menuju tatanan yang lebih adil. Artikel ini menawarkan model Integrative-Holistic Tawhidic Liberation Counseling sebagai paradigma alternatif yang memadukan aspek spiritual, psikologis, dan sosial dalam kerangka pembebasan manusia dari beragam bentuk penindasan. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pengembangan teori teologi transformasional berbasis konseling tauhid yang memperluas fungsi agama, tidak hanya pada wilayah moral dan individual, tetapi juga sebagai praksis perubahan sosial yang menyeluruh dan berkelanjutan.