Pendidikan berperspektif gender masih menjadi isu penting karena praktik di sekolah sering kali memperlihatkan bias terhadap peran laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana bias gender muncul dalam praktik pendidikan di MTs Hidayatus Sibyan Senori serta menegaskan urgensi penerapan strategi pembelajaran yang lebih inklusif. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan sekolah, kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik dan diuji validitasnya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias gender masih tampak dalam kegiatan ekstrakurikuler, interaksi guru-siswa, dan persepsi siswa terhadap peran gender, di mana laki-laki lebih dominan dalam olahraga dan kepemimpinan, sementara perempuan lebih diarahkan pada seni dan peran pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berperspektif gender di sekolah Islam tingkat menengah masih menghadapi hambatan struktural dan kultural, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih tegas serta strategi pembelajaran yang responsif terhadap gender untuk memastikan kesetaraan peran.