Penelitian ini menganalisis dampak fenomena pembusukan otak terhadap penurunan konsentrasi belajar di kalangan Generasi Z. Dinobatkan sebagai word of the year 2024 oleh oxford university press, pembusukan otak mengacu pada kemunduran kognitif yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan video pendek seperti TikTok, Reels, dan YouTube Shorts. Generasi Z mengalami fragmentasi perhatian, kabut mental, dan kesulitan mempertahankan fokus berkelanjutan, yang berdampak negatif terhadap kinerja akademik dan motivasi belajar. Penelitian kepustakaan ini menggunakan pendekatan analitik kualitatif yang yang menggabungkan sumber-sumber ilmiah dengan perspektif teologus dari Kitab Suci dan dokumen-dokumen gereja seperti Heidelberg dan Westminster Confession of Faith. Temuan mengungkapkan bahwa pembusukan otak merupakan bentuk penyesuaian diri dengan dunia yang memerlukan pembaharan pikiran (Roma 12:2) sebagai solusi holistik. Mengintegrasikan literasi digital dan disiplin spiritual diharapkan dapat mengembalikan konsentrasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran Generasi Z di era digital.