Transisi menuju ekonomi hijau menuntut kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan green skills pada pendidikan vokasi Indonesia dan merumuskan model rekonstruksi kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri hijau. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis isi terhadap dokumen kebijakan dan publikasi ilmiah dari ILO, World Bank, UNESCO-UNEVOC, serta regulasi nasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan industri hijau, yang meliputi aspek teknis maupun soft skills keberlanjutan. Penelitian ini merumuskan model rekonstruksi kurikulum berbasis empat komponen utama: integrasi green competencies, pembelajaran berbasis proyek keberlanjutan, kolaborasi industri hijau, dan sertifikasi kompetensi hijau. Implementasi model ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi lulusan vokasi dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060.