Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengajaran cerita Ananias dan Safira terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Doloksanggul. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran yang kontekstual dan menarik. Oleh karena itu, penggunaan cerita Alkitab, khususnya kisah Ananias dan Safira, diharapkan mampu meningkatkan minat belajar siswa melalui penanaman nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 36 siswa. Instrumen penelitian berupa angket yang terdiri dari 10 butir pernyataan untuk masing-masing variabel yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara pengajaran cerita Ananias dan Safira dengan minat belajar siswa, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 90,09%. Hal ini menunjukkan bahwa pengajaran cerita tersebut memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Sebagian besar responden, yaitu 34 siswa (94,4%), menyatakan sangat setuju bahwa pembelajaran dengan menggunakan cerita Ananias dan Safira membantu meningkatkan pemahaman dan minat belajar mereka, sementara 2 siswa (5,6%) menyatakan sikap biasa saja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan cerita Alkitab Ananias dan Safira sebagai media pembelajaran efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa serta membentuk karakter yang berlandaskan nilai kejujuran dan anti korupsi.