Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Sekolah Minggu Gereja Kristen Lutheran Indonesia (GKLI) Perumnas Tarutung dengan tujuan untuk meningkatkan pembinaan iman, kedisiplinan, dan kenyamanan anak-anak dalam mengikuti ibadah. Permasalahan yang diidentifikasi adalah kurangnya fokus dan perhatian anak-anak selama kegiatan ibadah berlangsung, seperti sering keluar masuk ruangan, bermain sendiri, dan tidak betah mengikuti sekolah minggu hingga selesai. Pendekatan yang digunakan adalah penyampaian firman Tuhan berbasis perumpamaan (Lukas 8:4–8) dengan alat peraga konkret berupa empat wadah tanah yang berbeda (berbatu, kering, berumput, dan subur), serta diikuti dengan permainan (games) pencarian ayat Alkitab yang bersifat interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari anak-anak, ditandai dengan antusiasme tinggi, partisipasi aktif, serta suasana ibadah yang lebih tertib dan menyenangkan. Kegiatan ini menegaskan bahwa metode pembelajaran aktif dan kontekstual sangat efektif dalam pembinaan iman anak usia dini di lingkungan gereja.