Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) memiliki potensi besar untuk dikembangkan di destinasi wisata alam seperti Bukit Lawang, Sumatera Utara, guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan ekonomi daerah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan asosiatif, melibatkan 19 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson, regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan (nilai korelasi 0,798; signifikansi 0,000) antara kedua variabel. Industri MICE terbukti berpengaruh positif terhadap kunjungan wisatawan dengan kemampuan menjelaskan pengaruh sebesar 63,7%. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan industri MICE merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan daya tarik wisata, namun pelaksanaannya harus tetap mengedepankan prinsip konservasi dan keberlanjutan lingkungan melalui penerapan konsep eco-MICE