Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyampaian cerita rakyat (Bawang Merah-Bawang Putih) dengan motivasi belajar pendidikan anti korupsi dalam Pendidikan Agama Kristen di kelas X SMK Swasta Dharma Bhakti Walter Manalu Siborong-Borong. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya karakter-karakter dan motivasi belajar siswa, seperti sikap tidak jujur, kurang disiplin, kurang bertanggung jawab, bahkan ada yang melakukan tindakan bully. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Instrumen penelitian berupa angket yang telah dilakukan terdiri dari 11 butir pernyataan yang disebarkan kepada 20 responden. Data dianalisis menggunakan rumus korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antara variabel X (cerita Bawang Putih-Bawang Merah) dan variabel Y (Motivasi belajar pendidikan anti korupsi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih dengan motivasi belajar Pendidikan Anti Korupsi. Hal ini dibuktikan melalui analisis korelasi Product Moment yang menghasilkan nilai $r_{xy} = 0,95$. Nilai tersebut berada pada kategori sangat kuat. Koefisien determinasi (KD) sebesar 90,25% menunjukkan bahwa variabel X memberikan kontribusi sebesar 90,25% terhadap variabel Y, sedangkan 9,75% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian penggunaan Cerita Rakyat tepat dan bermutu yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, menumbuhkan karakter dan menghindari menindas teman yang lain (bully) siswa tersebut dan menghubungkan bagaimana menanggapi atau bahkan menolak sikap korupsi.