Motivasi belajar siswa kelas IV SD Muhammadiyah 3 Unggulan Pekanbaru pada mata pelajaran IPAS masih tergolong rendah, yang ditunjukkan oleh sekitar 44% siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kondisi ini disebabkan oleh dominasi metode ceramah dalam pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran komik digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa dan perbedaan belajar motivasi belajar antara kelas eksperimen dan kelas belajar pada materi Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal mata pelajaran IPAS kelas IV SD Muhammadiyah 3 Unggulan Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design, melibatkan 23 siswa kelas eksperimen dan 24 siswa kelas belajar yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar dengan 30 butir pernyataan, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene Test, Paired Sample t-test, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media komik digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa, dibuktikan melalui hasil uji Paired Sample t-test pada kelas eksperimen dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan peningkatan rata-rata dari 117,83 menjadi 121,78. Selain itu, terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara kedua kelas berdasarkan hasil uji Independent Sample t-test dengan nilai signifikansi 0,037 < 0,05 dan mean difference sebesar 9,908. Dengan demikian, penggunaan media komik digital interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi Keragaman Budaya dan Kearifan Lokal kelas IV SD Muhammadiyah 3 Unggulan Pekanbaru.