G
GlobalRiset
Portal Indeksasi Jurnal

Studi Etnozoologi: Pemanfaatan Hewan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Suku Jerieng, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat

Nadila Mawar Sari, Rahmad Lingga, Johan Iskandar
Abstrak

Penggunaan aneka ragam jenis hewan untuk pengobatan tradisional berbagai penyakit telah umum dilakukan oleh berbagai etnik di perdesaan di Indonesia. Sistem pengobatan tradisional berlandaskan pengetahuan lokal dan tradisi penduduk perdesaan tersebut cenderung makin berkurang karena kian terdesak oleh sistem pengobatan modern. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis hewan yang digunakan sebagai bahan obat dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat tradisioal; menganalisis bagian hewan yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat tradisional; menganalisis tatacara meramu bahan-bahan untuk dijadikan obat tradisional dari hewan dan pelaksanaan pengobatannya oleh masyarakat tradisional. Penelitian ini dilakukan pada Suku Jerieng di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Pengumpulan data dilakukan selama tiga bulan (April, Agustus dan September 2023) dengan menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan etnozoologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 60 jenis hewan yang digunakan untuk mengobati  49 jenis penyakit. Pemanfaatan hewan ular piton dengan indeks Use Value (UV) paling tinggi dengan nilai (0,44), indeks Fidelity Level (FL) dengan 39 spesies dengan nilai (100%), dan indeks Informan Consensus Factor (ICF) dengan kategori penyakit kelainan kelenjar (0,74). Bagian hewan yang dimanfaatkan meliputi seluruh tubuh, daging, hati, minyak, kaki, empedu, kulit, cangkang, lender, kepala, gigi sum-sum, darah, bulu, telur, lilin madu, air madu, jantung, sirip, telapak kaki, lidah, zakar, jengger, mulut, sarang, kotoran, tulang, dan telapak tangan. Cara meramu bahan-bahan bagian hewan dalam pengobatan macam-macam penyakit di Suku Jerieng meliputi tanpa pengolahan, dibakar, direbus, dihaluskan, dimasak, ditanak, disangrai, digoreng, direndam air, dijemur, dan dipanggang. Tatacara penggunaan pengobatan menggunakan bahan hewan meliputi dimakan dengan diolah, diminum dengan diolah, dimakan tanpa diolah, ditempel, dioles, digosok, diurut, diusap, diminum tanpa diolah, dimandikan, dipegang, dipakai, ditetes, ditiup, dan digigit. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan etnozoologi masyarakat Suku Jerieng masih terpelihara dan berpotensi menjadi sumber informasi penting dalam pengembangan pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal.

Penerbit
CV Ruang Publikasi Ilmiah
Kata kunci
Bahan Obat Berbasis Hewan, Etnozoologi, Jenis Penyakit, Suku Jerieng
E-ISSN
3089-0128
Unduh PDF di penerbit Lihat di situs jurnal