Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan cerita rakyat Danau Toba dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dengan minat belajar siswa pada pendidikan anti korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA yang berjumlah 40 orang, dengan sampel sebanyak 25 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup berbentuk skala Likert, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar rxy = 0,68 yang berada pada kategori kuat. Selain itu, hasil uji signifikansi menunjukkan bahwa r hitung lebih besar daripada r tabel (0,68 > 0,396), sehingga hubungan antara kedua variabel dinyatakan signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan cerita rakyat Danau Toba dalam pembelajaran PAK memiliki hubungan yang positif dan kuat dengan minat belajar siswa. Dengan demikian, cerita rakyat dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai pendidikan anti korupsi.