Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan cerita “Serigala dan Bangau” dengan motivasi belajar siswa dalam pendidikan karakter anti korupsi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) kelas III SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada siswa. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cerita sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan perhitungan korelasi Product Moment diperoleh nilai rxy sebesar 0,67 yang termasuk dalam kategori kuat. Kontribusi variabel X terhadap variabel Y sebesar 44,89%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara cerita “Serigala dan Bangau” dengan motivasi belajar siswa dalam pendidikan karakter anti korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara penggunaan cerita “Serigala dan Bangau” dengan motivasi belajar siswa. Nilai korelasi (rxy) sebesar 0,65 dengan kontribusi sebesar 42,25%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode storytelling dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan karakter anti korupsi. Dengan demikian, cerita dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membentuk karakter dan meningkatkan semangat belajar siswa.