Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi teologis dan pedagogis dalam mengontekstualisasikan etika Kristen melalui dialog dengan budaya lokal dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya kesenjangan antara refleksi teologis yang sering bersifat normatif dan praktik pedagogis yang kurang kontekstual, sehingga pembentukan etika Kristen belum sepenuhnya bersifat transformatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap pemikiran Stephen B. Bevans tentang teologi kontekstual, Thomas H. Groome tentang shared Christian praxis, Paulo Freire tentang pedagogi dialogis, serta pemikiran Robert J. Schreiter mengenai budaya sebagai locus theologicus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika Kristen dalam perspektif teologi kontekstual merupakan hasil dialog antara Injil dan konteks budaya yang membentuk kehidupan manusia. Pendekatan pedagogis dialogis dalam PAK memungkinkan peserta didik menghubungkan pengalaman hidup dengan nilai-nilai iman Kristen secara kritis dan reflektif. Budaya lokal berperan sebagai sumber refleksi teologis yang membantu peserta didik memahami dan menghayati iman dalam konteks kehidupannya. Integrasi antara teologi dan pedagogi melalui dialog dengan budaya lokal menghasilkan pembelajaran PAK yang lebih kontekstual, partisipatif, dan transformatif. Dengan demikian, pembentukan etika Kristen tidak hanya berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata yang relevan dengan kehidupan peserta didik dan masyarakat.