Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci penerapan unsur-unsur retorika yang terdiri dari ethos, pathos, dan logos dalam transkrip pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengupas teks tanpa mengubah data menjadi angka-angka statistik. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur intensif dengan mengumpulkan transkrip pidato resmi, buku teks yang relevan, dan jurnal ilmiah. Teknik analisis data mengikuti model analisis isi kualitatif yang mencakup reduksi data, penyajian data dalam kategori yang terstruktur, dan penarikan kesimpulan yang objektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembicara berhasil membangun strategi komunikasi politik yang sangat kredibel dan seimbang dengan menggabungkan karakter, emosi, dan logika. Ethos ditunjukkan melalui kesopanan diplomatik, rasa syukur historis yang tinggi terhadap PBB, dan komitmen konkret terhadap keamanan internasional dengan menawarkan lebih dari 20.000 pasukan penjaga perdamaian. Pathos digunakan secara efektif melalui metafora yang tajam mengenai penderitaan akibat kolonialisme dan deskripsi dramatis tentang bencana kemanusiaan di Gaza untuk membangkitkan empati dan rasa bersalah global. Logos memperkuat keseluruhan argumen melalui data kuantitatif yang tepat, seperti kenaikan permukaan laut sebesar 5 sentimeter, proyek tanggul laut raksasa sepanjang 480 kilometer, swasembada beras nasional, dan target reforestasi seluas 12 juta hektare untuk mencapai emisi nol bersih. Ketiga unsur retorika ini bekerja bersama-sama untuk membentuk citra Indonesia yang kuat sebagai pemimpin global yang realistis, damai, dan aktif di panggung internasional.