Penelitian ini membahas tentang krisis manajemen serta dampaknya terhadap keberlanjutan Aek Situmandi sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Tapanuli Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk krisis manajemen yang terjadi serta dampaknya terhadap keberlanjutan destinasi wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis manajemen di Aek Situmandi meliputi kurangnya pengelolaan infrastruktur, minimnya promosi wisata, rendahnya kerja sama dengan masyarakat, serta masalah kebersihan lingkungan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan jumlah pengunjung, menurunnya pendapatan masyarakat sekitar, berkurangnya kepercayaan wisatawan dan terhambatnya pengembangan wisata. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan yang lebih baik melalui peningkatan fasilitas, promosi digital, pelibatan masyarakat lokal, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan agar Aek Situmandi tetap berkembang sebagai destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.