Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur sintaksis kalimat dalam artikel berita ANTARA News berjudul "Penggunaan Bahasa Indonesia Harus Jadi Disiplin Kolektif". Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode agih dan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL), yang didukung oleh teknik lanjutan berupa teknik lesap, teknik ganti, teknik balik, dan teknik perluas. Sumber data dipilih secara purposif sebanyak 10 kalimat representatif yang mencerminkan variasi pola sintaksis dalam bahasa jurnalistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa teks berita tersebut menggunakan dua jenis kalimat, yaitu kalimat simpleks (tunggal) dan kalimat kompleks (majemuk bertingkat). Kalimat simpleks mendominasi dengan berbagai pola struktur, antara lain S-P-Pel-K, S-P-K, S-Pel₁-Pel₂, S-P-O, dan K-S-P, baik dalam diatesis aktif maupun pasif. Kalimat kompleks hadir dalam bentuk majemuk bertingkat dengan klausa subordinat nominal sebagai pengisi fungsi objek, termasuk fenomena sematan ganda (double embedding). Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa jurnalistik pada media daring cenderung ringkas, padat, dan terstruktur secara sintaksis untuk memenuhi prinsip komunikasi yang efektif kepada publik.