Wilayah pesisir Kabupaten Bangka Tengah, khususnya pada bagian timur Pulau Bangka, merupakan kawasan yang rentan mengalami perubahan garis pantai akibat pengaruh faktor alam maupun aktivitas manusia. Perubahan tersebut dapat berupa abrasi dan akresi yang terjadi secara terus-menerus sehingga diperlukan pemantauan untuk mengetahui dinamika wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di pesisir timur Kabupaten Bangka Tengah menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan analisis spasial. Data yang digunakan berupa citra satelit Sentinel-2 tahun 2019–2025 yang diolah melalui platform Google Earth Engine (GEE). Tahapan pengolahan meliputi cloud masking, perhitungan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), klasifikasi unsupervised learning menggunakan algoritma K-Means, serta ekstraksi garis pantai. Analisis perubahan garis pantai dilakukan menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan metode End Point Rate (EPR) dan Net Shoreline Movement (NSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kabupaten Bangka Tengah mengalami perubahan garis pantai berupa abrasi dan akresi pada periode tahun 2019–2025. Berdasarkan analisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System, nilai abrasi berdasarkan metode EPR mencapai hingga -67,89 meter/tahun, sedangkan nilai akresi mencapai 65,9 meter/tahun. Sementara itu, berdasarkan metode NSM, abrasi tercatat mencapai -392,28 meter dan akresi mencapai 395 meter.