Cedera atletik merupakan permasalahan serius yang berdampak langsung terhadap kemampuan fungsional dan performa atlet. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran terapi olahraga dalam meningkatkan pemulihan fungsional pada mahasiswa yang mengalami cedera atletik setelah menjalani program intervensi terstruktur. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest, melibatkan 25 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Medan (FIKK Unimed) sebagai subjek penelitian. Intervensi dilakukan selama 10 pertemuan dalam rentang 10 minggu, mencakup latihan kondisi fisik bertahap, penguatan otot, latihan stabilitas sendi, dan teknik pemulihan neuromuskular. Instrumen pengukuran menggunakan skor pemulihan fungsional terstandar yang diuji secara statistik menggunakan paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 60,32 (pretest) menjadi 84,16 (posttest), dengan selisih rerata sebesar 23,84 poin dan nilai t-hitung = -20,37 (df = 24, p = 0,000). Temuan ini mengonfirmasi bahwa program terapi olahraga terstruktur memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pemulihan fungsional pascacedera atletik. Implikasi hasil penelitian mendukung pentingnya pendekatan rehabilitasi berbasis latihan yang sistematis dan terprogram dalam penanganan cedera pada populasi mahasiswa olahraga.