Bahasa jurnalistik memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik melalui penggunaan afiksasi secara selektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menganalisis bentuk dan fungsi afiksasi dalam berita kritis bertajuk "BEM-KM UGM Kritik Presiden Prabowo Soal Kasus Keracunan MBG dan Pemangkasan Anggaran Pendidikan" sebagai alat penekanan makna dan persuasi.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan adanya variasi proses morfologis berupa prefiks, sufiks, simulfiks, dan konfiks dengan total ±67 data afiksasi. Jenis afiksasi yang paling dominan adalah konfiks, diikuti prefiks, sufiks, dan simulfiks. Secara rinci, ditemukan prefiks me- (14 kata), ber- (5 kata), serta di-, ter-, dan se-. Pada sufiks ditemukan imbuhan -an dan -nya (4 kata), serta simulfiks me-…-i (3 kata).Penggunaan afiksasi tersebut berfungsi memperjelas informasi, menunjukkan tindakan, keadaan, atau peristiwa, serta memperkuat konteks kritik. Penelitian ini tidak menemukan adanya over-afiksasi. Dengan demikian, afiksasi dalam liputan tersebut digunakan secara tepat dan efektif tanpa mengaburkan makna.