Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan analisis kontrastif untuk membandingkan sistem konjugasi bahasa Jepang dan Indonesia dalam buku pelajaran SMA "Sakura". Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa Jepang memiliki sistem konjugasi yang jauh lebih kompleks—terutama pada aspek waktu, kesopanan, negasi, dan progresif—yang sering menyulitkan pembelajar. Bentuk konjugasi yang paling banyak ditemukan dalam buku ini adalah bentuk ます形 (ますけい, masu-kei), て形 (てけい, te-kei), ない形 (ないけい, nai-kei), た形 (たけい, ta-kei), 可能形 (かのうけい, kanou-kei), dan 意向形 (いこうけい, ikou-kei). Dominasi bentuk ini mengindikasikan bahwa fokus pembelajaran bahasa Jepang di SMA adalah pada komunikasi dasar dan penggunaan bahasa yang sopan.