Peningkatan volume limbah organik dan berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air hujan menjadi persoalan lingkungan yang sering dijumpai di kawasan pendidikan berbasis asrama, termasuk pesantren. Kondisi tersebut mendorong perlunya upaya sederhana yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat pesantren. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudhatul Ishlah dengan tujuan mengenalkan serta menerapkan sistem biopori sebagai media konservasi air dan pengolahan sampah organik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lingkungan, penyuluhan, pelatihan teknis, dan praktik pembuatan lubang biopori bersama santri. Sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas harian dimanfaatkan sebagai bahan isian biopori sehingga memiliki nilai guna bagi lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mulai memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan pemanfaatan biopori sebagai sarana meningkatkan resapan air. Selain membantu mengurangi timbunan sampah organik, penerapan biopori juga memberikan edukasi lingkungan yang bersifat praktis dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan serta menjadi contoh penerapan teknologi sederhana yang mudah dikembangkan di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.