Ekonomi makro berperan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian melalui pengendalian inflasi, pengurangan pengangguran, dan pemerataan distribusi pendapatan. Namun, sistem ekonomi konvensional yang bertumpu pada mekanisme pasar bebas dan instrumen bunga sering menghadapi berbagai permasalahan seperti ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan krisis keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, tujuan, implementasi, serta tantangan ekonomi makro dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research melalui pengkajian berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan baha ekonomi makro Islam dibangun atas prinsip tauhid, keadilan ('adl), keseimbangan (taazun), dan kebebasan yang bertanggung jaab. Tujuan utama ekonomi makro Islam adalah mencapai falah, yaitu kesejahteraan dunia dan akhirat melalui pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, pengurangan kemiskinan, pemerataan distribusi pendapatan, dan stabilitas ekonomi. Implementasinya diujudkan melalui instrumen zakat, infak, sedekah, akaf (ZISAF), kebijakan fiskal berbasis syariah, sistem keuangan tanpa riba, pengembangan perbankan syariah, sukuk, serta pembiayaan berbasis bagi hasil. Meskipun memiliki potensi besar dalam menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial, penerapan ekonomi makro Islam masih menghadapi tantangan berupa dominasi sistem ekonomi konvensional, rendahnya literasi ekonomi syariah, keterbatasan sumber daya manusia, dan regulasi yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan edukasi masyarakat, inovasi instrumen keuangan syariah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan ekonomi makro Islam yang berkelanjutan.