Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis cedera olahraga yang dialami mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Medan serta menggambarkan tingkat pengetahuan mereka terhadap penanganan pertama cedera menggunakan metode PRICE. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 15 mahasiswa olahraga yang dipilih berdasarkan keterlibatan dalam aktivitas praktik dan latihan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cedera paling dominan adalah keseleo atau sprain sebesar 40,0%, diikuti strain otot 26,7%, memar atau kontusio 20,0%, dan luka lecet 6,7%. Skor pengetahuan penanganan pertama cedera menggunakan metode PRICE memperoleh rata-rata 67,0 dan berada pada kategori cukup. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar, tetapi masih memerlukan edukasi, simulasi, dan pelatihan praktik agar mampu menangani cedera olahraga secara tepat, aman, dan bertanggung jawab di lingkungan kampus olahraga, serta mendukung keselamatan selama aktivitas pembelajaran praktik olahraga kampus.