Penelitian fenomenologi ini mendeskripsikan persepsi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MA Walisongo Sugihwaras terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi kritis namun adaptif. Saat ini, AI belum digunakan dalam penyusunan modul ajar karena sekolah berpedoman pada Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dalam proses pembelajaran, guru menerapkan strategi khusus untuk mencegah ketergantungan siswa pada AI. Meskipun diakui mempercepat akses informasi, guru memandang AI murni sebagai alat pendukung yang mutlak memerlukan pengawasan guna menjaga kemampuan berpikir kritis siswa.