Fenomena kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak perempuan disabilitas hingga saat ini masih sering terjadi, dan kelompok ini termasuk pihak yang sangat rentan menjadi korban. Perempuan dan anak-anak perempuan disabilitas menghadapi beban yang lebih berat dibandingkan laki-laki disabilitas karena mereka kerap mengalami perlakuan diskriminatif. Diskriminasi tersebut muncul akibat faktor gender, kondisi disabilitas yang dimiliki, maupun keterbatasan ekonomi. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan perempuan dan anak-anak perempuan disabilitas mudah menjadi korban kekerasan seksual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan memanfaatkan berbagai sumber literatur sebagai bahan referensi. Data diperoleh dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan menyeleksi dan membandingkan sumber-sumber yang paling relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan perempuan dan anak-anak perempuan disabilitas terhadap kekerasan seksual dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor lingkungan. Faktor individu meliputi kondisi disabilitas, keterbatasan dalam melindungi diri, hambatan mobilitas, serta minimnya pendidikan seksual. Sementara itu, faktor lingkungan mencakup stigma sosial, diskriminasi, dan kurangnya dukungan dari masyarakat sekitar. Dampak yang dialami korban meliputi trauma fisik maupun psikologis, munculnya rasa malu, kesulitan menjalin hubungan sosial, isolasi sosial, rasa takut berkepanjangan, hingga munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup.