Stroke merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi yang menyebabkan disabilitas jangka panjang, sehingga memerlukan peran keluarga dalam proses perawatan di rumah. Keluarga sering kali memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat pasien pasca-stroke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi edukasi berbasis simulasi dalam meningkatkan kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas. Subjek penelitian adalah satu keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan diagnosis medis stroke. Intervensi dilakukan melalui edukasi materi stroke (penyebab, diet, dan FAST) serta demonstrasi teknik Range of Motion (ROM) pasif yang diikuti dengan simulasi redemonstrasi oleh keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga serta kemampuan praktis dalam melakukan perawatan fisik (ROM pasif) secara mandiri. Edukasi berbasis simulasi terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan yang aman dan efektif bagi anggota keluarga yang mengalami stroke di rumah.