Miskonsepsi merupakan pemahaman yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah yang dimiliki siswa. Pada pembelajaran IPA di kelas V Sekolah Dasar, materi sifat-sifat cahaya sering menimbulkan miskonsepsi karena konsepnya bersifat abstrak dan memerlukan pengamatan langsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas V SD pada materi sifat-sifat cahaya, meliputi cahaya merambat lurus, cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat dibiaskan, dan cahaya dapat menembus benda bening. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber, termasuk artikel tentang praktikum sifat-sifat cahaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesalahan konsep, seperti menganggap cahaya hanya dapat merambat pada siang hari, benda bening tidak memengaruhi arah cahaya, dan semua permukaan dapat memantulkan cahaya secara sama. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis eksperimen dan praktikum sangat diperlukan untuk mengurangi miskonsepsi siswa.