Penelitian studi pustaka ini bertujuan menganalisis bentuk, penyebab, dan solusi miskonsepsi materi tata surya dan benda langit pada siswa sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan miskonsepsi yang umum terjadi meliputi anggapan bahwa Matahari mengelilingi Bumi, pergantian siang-malam akibat pergerakan Matahari, fase Bulan terjadi karena bayangan Bumi, bintang hanya muncul malam hari, dan susunan planet yang acak. Faktor penyebabnya mencakup pengalaman sehari-hari, metode pembelajaran yang kurang efektif, keterbatasan media, serta misinformasi dari lingkungan. Sebagai implikasinya, guru disarankan untuk menerapkan pembelajaran berbasis observasi, penggunaan model konkret, simulasi digital, dan pendekatan konstruktivistik guna meluruskan dan membangun pemahaman konsep IPA yang benar pada peserta didik.