Miskonsepsi merupakan pemahaman yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah yang sebenarnya. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi tata surya dan benda langit, miskonsepsi sering ditemukan pada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Miskonsepsi dapat menghambat proses pembelajaran karena peserta didik membangun pengetahuan baru berdasarkan konsep yang keliru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai bentuk miskonsepsi yang sering terjadi pada materi tata surya dan benda langit, faktor penyebabnya, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang umum terjadi meliputi anggapan bahwa Matahari mengelilingi Bumi, fase Bulan terjadi karena bayangan Bumi, dan pergantian musim disebabkan oleh perubahan jarak Bumi dengan Matahari. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu peserta didik memahami konsep astronomi secara ilmiah.