Penyalahgunaan obat terlarang bukan hanya sekadar masalah kesehatan fisik, tetapi juga menandakan adanya masalah emosional dan kurangnya keyakinan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Forum Komunikasi dan Konsultasi NAPZA (FKKN) Tingkir Lor di Salatiga membantu mantan pengguna obat dengan pendekatan agama. Metode yang digunakan adalah sistem Inabah dari Pondok Pesantren Suryalaya, yang melibatkan terapi mandi taubat dan zikir secara rutin. Penelitian ini menggunakan teknik observasi langsung di lapangan dengan melakukan wawancara bersama pengelola, menyaksikan aktivitas sehari-hari, dan mengumpulkan dokumen pendukung dari tanggal 30 April sampai 22 Juni 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mandi air dingin pada pukul setengah tiga pagi terutama menggunakan air dari Mata Air Senjoyo untuk pasien yang baru, itu sangat bermanfaat bagi perbaikan saraf tubuh yang rusak akibat penggunaan narkoba. Di samping itu, rutinitas zikir bersama setelah salat wajib terbukti dapat menenangkan pikiran pasien, mengurangi kecemasan, dan membantu kontrol emosi. Meskipun metode ini terbukti sangat berguna untuk mengubah perilaku pasien hingga 80-100% dalam periode rawat inap selama 4 hingga 6 bulan, pusat rehabilitasi ini masih menghadapi tantangan dalam operasional. Pengelolaannya masih sangat bergantung pada satu orang pemimpin utama dan tempat ini kekurangan izin resmi serta kemitraan formal dengan pemerintah untuk menghindari kekambuhan pasien di masa mendatang.