Industri film Indonesia telah berkembang menjadi alat komunikasi massa yang ampuh dalam menyampaikan pesan psikologis dan motivasional untuk pengembangan diri penonton. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi, membedah, dan memetakan pendekatan linguistik dalam naskah film pendek "Sampai Titik Terakhirmu" dengan mengidentifikasi variasi gaya bahasa dominan dan membuktikannya dalam membangun makna kehidupan para tokoh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis analisis isi melalui pendekatan stilistika-interpretatif. Data penelitian berupa dialog, diksi, dan gaya bahasa tokoh yang bersumber dari film pendek "Sampai Titik Terakhirmu". Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode mendengarkan dan menulis pada media audio-visual film. Sementara itu, teknik analisis data diterapkan secara integratif dengan menggabungkan teori stilistika linguistik dan analisis makna dari perspektif psikologi eksistensial, yaitu Logoterapi Viktor Frankl, untuk mengevaluasi bagaimana ekspresi verbal berfungsi sebagai alat kognitif dalam mencari tujuan hidup. Hasil diskusi menunjukkan variasi dalam gaya bahasa dominan yang digunakan, termasuk sinisme, sarkasme, metafora yang diwujudkan, antitesis, pengulangan epizeuxis, dan personifikasi. Gaya bahasa ini bukan sekadar pemanis estetika untuk teks atau penggerak plot, melainkan berfungsi sebagai instrumen linguistik penting yang mencerminkan krisis eksistensial, konflik batin, dan dinamika transformasi internal karakter menuju penerimaan diri. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan interdisiplinernya yang menjembatani stilistika dengan psikologi eksistensial, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi penulis skenario mengenai kekuatan persuasif dari pilihan kata yang tepat dalam media populer.