Di tengah pesatnya arus informasi digital, rubrik pendidikan di media massa daring memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakteristik penggunaan diksi serta mengevaluasi ketepatan kebahasaan dalam rubrik pendidikan di surat kabar nasional Kompas.com melalui tinjauan linguistik terapan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data penelitian ini adalah dokumen digital artikel berita rubrik pendidikan Kompas.com edisi 2 Juni 2026 yang mengulas penurunan minat masuk pesantren akibat kasus kekerasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik catat, yang dilanjutkan dengan analisis data menggunakan metode padan pragmatis serta analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua temuan utama. Pertama, terdapat polarisasi diskursif antara penggunaan diksi bernilai emosional kuat (loaded words) pada judul untuk kepentingan pasar (marketization of discourse) dan penggunaan diksi pelunakan (hedging) di dalam teks yang memicu asimetri semantik. Kedua, ditemukan sejumlah anomali linguistik akibat tuntutan kecepatan produksi berita, yang mencakup kesalahan morfologis (aksesabilitas), kesalahan leksikal teknis (tata oleh), dan kerancuan struktur sintaksis (ada bulan). Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi ekonomi politik media daring sering kali mengorbankan ketepatan linguistik, sehingga diperlukan pengetatan proses penyuntingan maknawi (semantic editing) demi menjaga fungsi media sebagai sarana edukasi publik yang presisi