Tradisi Pelet Betteng merupakan salah satu tradisi lokal masyarakat Madura yang berkaitan dengan ritual kehamilan, khususnya pada kehamilan pertama. Tradisi ini umumnya dilaksanakan sebagai bentuk doa, rasa syukur, dan harapan agar ibu hamil dan bayi yang dikandung memperoleh keselamatan serta kelancaran sampai proses persalinan. Dalam perkembangannya, tradisi Pelet Betteng mengalami perubahan melalui masuknya nilai-nilai Islam ke dalam praktik ritualnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Pelet Betteng di Desa Aeng Panas serta menganalisis proses akulturasi Islam dan budaya lokal yang terjadi dalam tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh agama, tokoh adat atau dukun bayi, ibu hamil yang melaksanakan tradisi, serta masyarakat yang terlibat dalam prosesi Pelet Betteng. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pelet Betteng di Desa Aeng Panas mencerminkan proses akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal Madura. Hal tersebut terlihat dari masuknya unsur-unsur Islam seperti pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, tahlil, shalawat, dan doa-doa Islam dalam rangkaian prosesi tradisi. Beberapa praktik adat yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam mengalami penyesuaian atau penggantian tanpa menghilangkan makna utama tradisi. Dengan demikian, Pelet Betteng dapat dipahami sebagai praktik budaya-religius yang mampu mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.