Pekerjaan fondasi spun pile merupakan suatu tahap vital pada pembangunan jalan tol, terutama di lokasi dengan kondisi tanah yang berbeda serta memiliki lapisan tanah keras. Keadaan ini mampu menghambat proses pemancangan, maka dari itu dibutuhkan metode pre-boring sebagai upaya awal guna memperkecil hambatan tanah sebelum pemancangan dimulai. Riset ini bertujuan untuk menilai seberapa baik pemakaian metode pre-boring bagi kelancaran operasional pemancangan spun pile pada Proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 2. Teknik yang dipakai dalam riset ini adalah deskriptif dengan metode observasi lapangan lewat pengamatan nyata di lokasi, dokumentasi, serta penghimpunan data proyek meliputi gambar kerja, bore log, Laporan Pemancangan Pondasi (PDR), dan hasil dari Pile Driving Analyzer (PDA Test). Temuan riset mengisyaratkan bahwa metode pre-boring bisa menurunkan gangguan penetrasi pada lapisan tanah keras sehingga seluruh proses pemancangan menjadi jauh lebih efisien. Penyesuaian pemakaian mata bor sesuai dengan sifat karakteristik tanah serta penetapan kedalaman pengeboran menurut data bore log turut meningkatkan efisiensi pekerjaan ini. Evaluasi data dari PDA Test memperlihatkan bahwa fondasi memiliki daya dukung maksimum (RMX) sebesar 365 ton, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daya dukung rencana sebesar 343,135 ton, serta nilai DMX sebesar 11 mm yang masih dalam batas maksimum yang disyaratkan. Berdasarkan poin yang didapat, metode pre-boring dianggap manjur dalam membantu kelancaran pemancangan spun pile serta membentuk fondasi yang memenuhi standar teknis.