Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika Kintamani Bali berperan dalam menjaga mutu produk, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat daya saing ekspor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi tata kelola Indikasi Geografis, mengevaluasi efektivitas pelaksanaan Indikasi Geografis, serta mendeskripsikan kontribusi tata kelola terhadap daya saing ekspor Kopi Arabika Kintamani Bali. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap anggota organisasi pengelola IG dan pelaku usaha kopi. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tata kelola IG berada pada kategori baik dengan nilai TCR 76,2%, efektivitas pelaksanaan IG sebesar 79,9%, dan kontribusi tata kelola terhadap daya saing ekspor sebesar 77,8%. Partisipasi anggota, pengendalian mutu, dan reputasi produk menjadi aspek yang paling mendukung daya saing ekspor, sedangkan transparansi, akuntabilitas, dukungan stakeholder, kontinuitas pasokan, dan akses pasar ekspor masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola IG telah mendukung daya saing ekspor Kopi Arabika Kintamani Bali, namun peningkatan transparansi kelembagaan, kolaborasi multipihak, produktivitas, dan pemasaran ekspor diperlukan untuk memperkuat keberlanjutan serta daya saing produk di pasar internasional.