Masalah dalam penelitian ini yaitu pentingnya pengembangan karakter siswa SMA di tengah meningkatnya kasus bullying, lgbt, dan tingkat literasi budaya yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan karakter siswa SMAN 11 Pekanbaru sebelum dan sesudah dilaksanakannya sosialisasi mengenai isu-isu yang sebelumnya diangkat. Instrument yang digunakan berupa angket dari Skala Big Five Personality dengan 25 item pernyataan berbasis skala likert 1-5. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pretest dan posttest. Sampel penelitian ini yaitu 60 siswa kelas 11 yang dipilih secara purposif. Hasil uji deskriptif menunjukan adanya peningkatan skor mean (Rata-rata) pada seluruh dimensi kepribadian, seperti Openness 19,05 pada pretest menjadi 19,65 pada postest. Hasil uji normalitas (Shapiro-wilk) memperlihatkan data tidak berdistribusi normal (p < .05) maka dilakukan pengujian menggunakan Wilcoxon signed rank test, yang menunjukan perbedaan signifikan pada seluruh dimensi (p < .05). Nilai Effect Size (r) = -0, 577 hingga -0,809, yang mengindikasikan adanya efek perubahan dengan kekuatan hubungan sedang – tinggi. Dengan hasil ini sosialisasi yang dilakukan terbukti efektif dan berkontribusi dalam peningkatan karakter siswa.