Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa dalam proses pembelajaran maupun interaksi sosial di lingkungan perguruan tinggi. Rendahnya kepercayaan diri dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat, beradaptasi dengan lingkungan, serta menyelesaikan tugas akademik. Faktor yang diduga memengaruhi kepercayaan diri mahasiswa antara lain komunikasi interpersonal dan dukungan teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal dan dukungan teman sebaya terhadap kepercayaan diri mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori melalui metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima tingkat. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri mahasiswa (β = 0,401; p = 0,001). Dukungan teman sebaya juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri mahasiswa (β = 0,456; p = 0,000). Secara simultan, komunikasi interpersonal dan dukungan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri mahasiswa dengan nilai F = 36,756 dan p = 0,000, serta mampu menjelaskan 61,0% variasi kepercayaan diri mahasiswa (R² = 0,610). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi interpersonal dan semakin tinggi dukungan teman sebaya yang diterima mahasiswa, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat teori komunikasi interpersonal dan teori dukungan sosial dalam menjelaskan pembentukan kepercayaan diri mahasiswa. Perguruan tinggi diharapkan dapat mengembangkan program yang mendorong komunikasi yang efektif serta memperkuat hubungan sosial antarmahasiswa guna meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah responden yang lebih besar, memperluas cakupan wilayah penelitian, serta menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi kepercayaan diri mahasiswa.