Perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi dan pemasaran digital telah mengubah perilaku konsumen dalam memperoleh informasi mengenai produk dan jasa. Content creator dan fitur interaktif media sosial menjadi elemen penting dalam membangun hubungan antara perusahaan dan konsumen. Namun, masih terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai pengaruh kredibilitas content creator dan interaktivitas media sosial terhadap kepercayaan konsumen, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas content creator dan interaktivitas media sosial terhadap kepercayaan konsumen, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 51 pengguna media sosial sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kredibilitas content creator tidak berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan konsumen dengan nilai signifikansi sebesar 0,433 (>0,05), sedangkan interaktivitas media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Secara simultan, kredibilitas content creator dan interaktivitas media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen dengan nilai F hitung sebesar 30,320 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,385 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 38,5% variasi kepercayaan konsumen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pemasaran digital dengan menunjukkan bahwa interaktivitas media sosial merupakan faktor yang lebih dominan dalam membangun kepercayaan konsumen dibandingkan kredibilitas content creator pada konteks penelitian ini. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan konsumen melalui media sosial sebagai strategi dalam membangun kepercayaan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain, seperti kualitas informasi, electronic word of mouth (e-WOM), citra merek, atau kualitas layanan digital agar mampu memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan konsumen.