Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang menjadi tantangan utama dalam pembelajaran IPA di jenjang sekolah menengah. Pembelajaran sains konvensional sering kali tidak relevan dengan isu lingkungan sekitar, sehingga diperlukan perangkat pembelajaran yang responsif dan integratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tren, keefektifan, serta strategi pengembangan perangkat pembelajaran IPA berbasis Inquiry-Based Learning (IBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan STEM melalui proyek rekayasa alat pendeteksi banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis dokumen jurnal bereputasi terkait integrasi IBL-STEM, pembelajaran berbasis proyek, serta teknologi pendeteksi bencana. Hasil tinjauan sistematis menunjukkan bahwa: (1) penerapan sintaks inkuiri yang dipadukan dengan desain enjiniring STEM secara