Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa slow learner kelas V SD Muhammadiyah 04 Pekanbaru pada materi sistem pencernaan manusia dalam pembelajaran IPAS, yang disebabkan oleh karakteristik materi yang bersifat abstrak dan berurutan sehingga sulit diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan media diorama edukatif berbasis visualisasi proses, serta menguji pengaruh penggunaan media tersebut terhadap prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa slow learner, ditentukan melalui teknik purposive sampling dari populasi 22 siswa kelas V. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang telah diuji dan dinyatakan valid (nilai r hitung berkisar 0,434–0,775) serta reliabel (Cronbach's Alpha = 0,930). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 44,5 dan nilai rata-rata posttest sebesar 67,5, atau meningkat sebesar 23 poin (51,69%). Hasil uji normalitas menunjukkan data pretest tidak berdistribusi normal (Sig. = 0,017), sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Z sebesar -2,810 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,005 (< 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,42 yang termasuk kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media diorama edukatif berbasis visualisasi proses berpengaruh signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa slow learner kelas V SD Muhammadiyah 04 Pekanbaru pada materi sistem pencernaan manusia.